Kategori-Kategori

Monday, 26 December 2016

Edit

Mengusik Braga

Oleh: Madno Wanakuncoro

Kepada rembulan,
aku menawar tajam usia:
Keluyuran menanggung miris
di jalanan Braga kesenjangan sosial kian jelas bagai kue lapis
.
Dentum bass & musik di kafe artifisial pemuja setan meraung2,
di trotoar pak-buk tua berselimut sarung
.
Redup binar mataku menusuk langit
Adakah yg lebih sengit,
selain perpaduan dua fenomena berbeda
terjalin tanpa ada sekat jurang yg memisah?



temaram_Braga, 2016

Sumber Gambar: https://7bd86aba206a59981820-a1471e32c826f82a376e3a3b16604284.ssl.cf6.rackcdn.com/2015/08/jalanbraga1.jpg

0 comments:

Post a comment